Merinding
April 2, 2007Pagi ,mendung di daerah kantor saya {jaksel}.
Jadi inget,14 tahun silam sekitar thn 1995.waktu itu saya masih belum,tau segala bentuk areal daerah jakarta dan sekitarnya –dan sampai sekarang pun masih belum khatam !!! hehe.Yang saya tau tentang jakarta,itu ya hanya dari tv,koran,radio dan berbagai jenis bentuk media lainnya.waktu itu lagi gencar-gencarnya film tentang si doel anak sekolahan.
Film besutan rano karno,Dan dibintangi seorang maestro tradisional yang biasa di sebut bang ben.Saya ga akan cerita panjang lebar,mengenai siapa dan apa makhluk yang bernama bang ben tsb.Yang pasti jikalau anda ini adalah manusia jakarta,pasti anda sudah mengenal siapa Bang Benyamin Sueb itu.
kembali ke judul,
Thn 1995 lalu,bang ben meninggal.Seluruh infotainment di negara ini memberitakan beliau.sayangnya makanan yang namanya internet,kurang begitu "megangggg banget"waktu itu.setiap kali saya pulang sekolah,dimana mana selalu di ulas tentang kepergian maestro itu.ga di koran,ga di media manapun selalu ada.Memang,orang yang "besar" pasti akan selalu dikenang.sampai kapanpun.
Orang BESAR,beda dengan orang "besar".orang BESAR,biasanya hanyalah orang orang yang besar secara ke-materialan belaka.Besar uang,Besar ini besar itu besar bla bla.tapi minim dari hati,karya,dan kesensitifan antar sesama.sedangkan orang "besar" adalah kebalikannya.orang "besar",adalah orang yang memang besar di segala hal.baik dalam hal besar kepekaannya antar sesama,ataupun besar dalam hal kebiawaan,padat karya.dan semacamnya.
Dipemakaman orang BESAR,yang bisa kita lihat hanya seonggok bunga dukacita dan mobil mobil warna hitam saja.Lepas itu?orang pulang.bahkan ga menutup kemungkinan,ditengah2 upacara sakral pemakaman itu,orang bisa seenak udelnya tanpa tedeng aling aling menggelar ritual tukar menukar kartu nama,nomor telfon untuk tujan ? apa lagi kalau tidak bisnis.
ok ok,saya ga akan memfokuskan tulisan ini ke arah BESAR ataupun besar.yang saya fokuskan hanya kemerindingan saya,di hari mendung ini.saya heran,padahal seorang manusia bernama Alm Benyamin Sueb , Alm Chrisye itu bukan seorang kyai terkenal,Presiden,Orang kaya tingkat 1,ataupun seorang politikus kelas kakap.Meraka hanyalah manusia biasa,mempunyai bakat di bidang menghibur orang,lalu ter-expos oleh media setelah mereka dinilai kompeten,untuk bisa dijadikan sebuah berita,artis dsb.Hanya itu aja sebenarnya.Lalu mengapa,kepergian beliau beliau itu bisa menjadi heboh?.sampai sampai,seluruh orang di belahan bumi ini yang kenal ataupun hanya sebatas kenal rela untuk meluangkan waktu memberikan doa selamat jalan ke beliau?–tanya kenapa?.
Bukan harta,tahta,ataupun keilmuan yang membuat orang menjadi besar.tapi perbuatan,dan sikap lah.yang mampu membuat orang menjadi besar.percuma,anda adalah orang yang kaya tapi anda pelit?atau mungkin anda orang kaya tapi usaha dari hasil korupsi ?.pintar secara agama,atau ilmu tapi pelit untuk mendistribusikannya?.maaf saya ini cuman orang muda,yang baru sedikit pengalaman hidupnya.bukan maksud saya untuk menggurui anda-anda ini.toh,saya ini juga masih banyak kurangnya.hehehe,tapi ya itu tadi saya hanya merinding,sehabis baca-baca infotainment lalu mikir sejenak ttg Alm om chrisye.dan mencoba belajar dari kematian orang besar,
Bahwa untuk menjadi orang besar,yang diperlukan hanyalan hati yang besar,karya yang besar,serta ke-sensitifan dalam membantu sesama yang juga besar.bukan ilmu yang pintar,uang yang banyak,dan jabatan yang tinggi.
mari sedikit mikir,mau seperti apa anda ini besok matinya ?.orang besar,atau "BESAR?"
dan seperti inilah lirihan seorang sahabat,ketika teman seperjuangannya itu mendahuluinya.
selamat jalan,om chrisye.

