jadi ?

April 1, 2007

“Lo pernah siap mati buat seseorang?” Semua praduga Elektra tadi gugur berantakan. Jawabannya keluar tersendat, tanda ketidaksiapan mengantisipasi.

“Belum, kayaknya . . .”

“Bagus. Memang lebih bagus jangan,” sahut Bong sungguh-sungguh.

“Kalo ada apa-apa dengan mereka, kita bakal ngerasain dua kali lipatnya. Mereka bahagia, kita lebih bahagia. Mereka merana, kita lebih-lebih lagi kayak tai. Kebayang, nggak?”

(Dee, Supernova 2.2 — Hal. 199)

 

Apa benar,kamu itu sedang ter [ jatuh ] cinta,dengan teramat sangat ?.dan apa benar juga kamu rela untuk menyerahkan apa yang kamu punya ke yang ter-kasih tsb ?.meski nanti ,kamu tau ada peluang kamu akan senang,atau malah kamu akan jatuh.se jatuh-jatuhnya kamu ?. 

Manusia adalah makhluk yang ngeyel™

Entahlah,dan dari hari ke hari kita selalu dihadapkan dengan manusia manusia yang saling adu-mengadu otot leher,demi [ mungkin ] kepuasaan "kemenangan" sesaat .

Manusia ?,ya termasuk saya ini.Memang suatu bentuk makhluk yang ngeyel.yang harus nafas menggunakan Pokoknya   ,dan bersyukurlah kalau ternyata Tuhan itu memang maha Adil.semua ada yin dan yang nya.ada hitam ada putih.mungkin semacam penyeimbang,diatara kedua perbedaan tsb.Terima kasihlah,kepada para orang orang yang umurnya lebih banyak dari kita seperti bunda yang satu ini, yang dapat dengan bijak memberi arahan dan masukan untuk menemukan suatu jalan penengah dari kata kata Pokoknya .

Mungkin bukan hanya beliau saja,para pinisepuh2 lainnya seperti Pak Budi1 , Paman Tyo2 , etc perlu juga kita sajeni.hihihi 

 

 

 

 

1.    Penengah "gencatan senjata" pada kasus ambalat.dulu.

2.    Orang yang selalu bisa menghadirkan dunia "Tersendiri" dalam blogshsper

mungkin saya masih terlalu muda,untuk bisa mereview seperti ini.maka dari itu,apabila ada kata kata yang kurang berkenan,hendaknya bisa di diskusikan lebih lanjut ?.diskusi bukan berarti ajang,untuk saling hujat dan terhujat yah?.diskusi untuk bisa menghasilkan suatu gagasan yang saya senang,kamu senang,dan merekapun senang :D hihihi.

 

[pe] jabat

dulu,mbiyen.saya pernah dapat pelajaran bahasa indonesia *gilani,kok yo bangga.. jelas ae entuk nuh.sekolah mu ki ning indonesiyah loh yud!! woo alah* hihihi :P .Waktu itu bu guru saya bilang kalau yang namanya PE + kata kerja , itu nantinya maksudnya hasilnya ,akan menjadi sebuah profesi.

misal,

PE + Nyanyi      =   Penyanyi

PE + Lukis         =  Pelukis

PE + Tembak     = Penembak.

dan jadi kepikiran,tentang kata kata pejabat.apa iya , pejabat itu berasal dari kata PE + JABAT ?.dan yang artinya pun,cuman tukang salam salam-an ?.huh,lah kalo gitu caranya kok ya enak men.tinggal salam salam tok,akhir bulan dateng duit ke rekening ?.wealah gusti,mbok pak ku di dakne pejabat ae.hihihi .. eh ga ding.JANGAN !! ,jangan bikin pak ku jadi pejabat yo gusti.hahahha,udah cukup bersyukur aja lah dengan yang sekarang.

aku takut,klo pak ku jadi pejabat,beliau tambah mumet ngeliat duit yang ber ber ber berrrr…..buaanyak buanyak itu.hihihi.yang aku nggumun–1Kenapa ya rata rata para pejabat itu adalah orang jawa ?.sehingga kalau saya liat,mereka tuh saling ber koncoisasi –2  untuk melanggengkan kursi masing-masing ?.huh.dan berakibat timbulnya suatu stereotip eek yang kurang lebih seperti ini,

kalau orang jawa itu licik-licik ?

tanya kennaapaaa????.

mungkin ada pejabat pejabat disini yang mbaca blog saya dan terus bisa ngasih komentar ? 

 

 

 

 

***

catetan sikil,

1.     nggumun (bhs jawa), heran

 2.    koncoisasi ,suatu paham yang berdasarkan "asal temen" maka urusan gampang.ya kurang lebih sama seperti kkn. **ngarang !!! ,   *ben !!!!*